Muaro Jambi, 5 September 2026 — Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STITEKNAS) Jambi turut ambil bagian dalam Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (Gentala Arasi) Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi di Museum Sriwijaya Dharmakirti, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi.
Keikutsertaan STITEKNAS dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui partisipasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Interoperabilitas Transaksi Elektronik. Berdasarkan Surat Tugas STITEKNAS, delegasi terdiri atas Daumi Rahmatika, S.E., M.M., Evi Agustina, S.Si., Desi Wahyuni, S.T., serta mahasiswa Syahrul Gunawan dan Rafly Syahdan.
Dibuka Sehari Sebelumnya
Rangkaian Gentala Arasi Fest 2026 telah dibuka secara seremonial pada Jumat, 4 September 2026, sehari sebelum kegiatan edukasi yang diikuti delegasi STITEKNAS. Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno.
Kegiatan ini merupakan agenda regional Bank Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI). Gentala Arasi Fest 2026 mengangkat semangat menjembatani warisan peradaban Jambi dengan perkembangan inovasi dan transformasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STITEKNAS Jambi Prof. Sutrisno, M.Sc., Ph.D. diwakili oleh Kepala BAAK STITEKNAS, Agus Topo Subekti, M.M., sebagai bentuk dukungan institusi terhadap kegiatan penguatan literasi ekonomi dan keuangan digital.
Acara Berlangsung Meriah
Gentala Arasi Fest 2026 berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, talkshow, kompetisi, pameran UMKM, industri keuangan, serta berbagai aktivitas yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat.
Media massa mencatat tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Selama rangkaian kegiatan 3–6 September 2026, Gentala Arasi Fest dilaporkan menjangkau lebih dari 8.000 pengunjung, dengan sekitar 500 peserta edukasi dan sosialisasi, 300 peserta kompetisi, 30 UMKM/tenant, serta 10 pelaku industri keuangan.
Keikutsertaan STITEKNAS menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan sivitas akademika mengenai perkembangan sistem pembayaran digital, interoperabilitas transaksi elektronik, serta ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.
Manfaat bagi STITEKNAS
Bagi STITEKNAS Jambi, keterlibatan dalam Gentala Arasi Fest 2026 tidak hanya menjadi bentuk partisipasi dalam kegiatan eksternal, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi pengembangan institusi.
Pertama, kegiatan ini memperluas wawasan mahasiswa dan sivitas akademika mengenai transformasi digital, khususnya perkembangan sistem pembayaran elektronik dan pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi.
Kedua, keikutsertaan tersebut membuka peluang jejaring dan kolaborasi dengan Bank Indonesia, lembaga keuangan, pemerintah daerah, UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan yang hadir dalam kegiatan.
Ketiga, kegiatan ini mendukung penguatan kompetensi mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri dan masyarakat.
Keempat, partisipasi pada kegiatan berskala regional seperti Gentala Arasi Fest turut memperkuat eksistensi dan citra STITEKNAS Jambi sebagai perguruan tinggi yang aktif mengikuti perkembangan teknologi, inovasi, dan transformasi digital.
Mendorong Kolaborasi Berkelanjutan
STITEKNAS Jambi memandang kegiatan seperti Gentala Arasi Fest sebagai ruang strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan pemerintah, dunia usaha, industri keuangan, dan masyarakat.
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan arah transformasi digital yang tidak hanya menekankan penggunaan teknologi, tetapi juga peningkatan literasi, inovasi, produktivitas, dan daya saing masyarakat. Bank Indonesia juga menekankan bahwa transformasi digital perlu diikuti dengan penguatan literasi agar pemanfaatan layanan digital berlangsung secara aman dan memberikan manfaat ekonomi nyata.